STSD-32

Kembali ke STSD-31 | Lanjut ke STSD-33

Jika para CanMen berkenan memberikan tali asih suka rela, silahkan mengirimkan donasinya ke rekening mbah Putri: Bank Mandiri an SRI SUPRATINI NO REK: 141 001159 796 0 Mbah Man sangat berterima kasih atas partisipasi para CanMen, merupakan bentuk kepedulian para CanMen dalam mendukung Mbah Man untuk terus berkarya Bagi CanMen yang berkenan bisa info ke email:s_sudjatmiko@yahoo.com.au Matur suwun

Laman: 1 2 3 4

Telah Terbit on 15/04/2021 at 05:54  Comments (809)  

809 KomentarTinggalkan komentar

  1. teklakkk teklukkk… ning peron tunggu… nungguin gerbong manoreh… lagek iso bubuk meyeng… qeqeqe

    • Wow…..
      Nduwur dewek ki bas

      • njih Ki Edi… anu ndisiki tumbase karcis… malah ndisiki lungguh peron paling ngarep… hehehe

  2. tingak
    tinguk
    tenguk
    tenguk
    nganti
    tengik..

    tuuuuit

    • Dalan sepur rel.. wis bergetar.. wis manasi loko manoreh.. siap siap.. hi hi hi..

      • Calon penumpang 111 orang, bokonge wis panas nunggu di peron.

  3. Masinis tembe buka.. kolag belum habis.. penumpang sabar.. nunggu peron telu..

    • yen ono gelut gelute…sing nunggu peron okeh nganti tuk ngantuk ..yer liyer…

  4. Kelop kelop mlolo

  5. Bablas rudit e

    • bubuk meyeng..

      weeeeees

  6. Panggah ingak inguk mbok menawa sing gelut ndang sadar. Terus ra sah tukaran. Sbb RAS diluk engkas badale Njeng Sunan

  7. Ngenteni sepur Argo menoreh
    Sajake rodone gembos😄😁😁

  8. Lanjutan STSD 32 nyasar di STSD 31

    • hahahaha…. osi osi ae Ki Aris iki…

  9. Iya nyasar ke STSD-31

    • tenane Ki PraSand ? kok saya ga nemu gerbong nyasar di #31 ?

    • Mosok ?. Ada di bawah yuh😁

  10. Klik saja pada tulisan komentar: STSD-31 yg depannya ada P Satpam

    • Bener. Ada

    • Wkwkwk…..
      Dopres apa supres

    • Ki ps lg bikin ujud semu di stsd 31

  11. STSD-32 halaman 09-10

    Setelah menambatkan kudanya di patok-patok yang telah disediakan, Ki Rangga pun segera membersihkan diri terlebih dahulu dan kemudian mengambil air untuk sesuci. Ketika Ki Rangga kemudian melangkahkan kakinya memasuki surau, sholat berjamaah itu telah memasuki rekaat yang terakhir. Ki Rangga pun segera bergabung.

    Demikianlah setelah rekaat terakhir itu selesai, Ki Rangga segera berdiri lagi untuk menambah kekurangannya. Setelah kewajiban telah ditunaikan, Ki Rangga segera duduk terpekur memanjatkan segala puja dan puji kehadhirat Yang Maha Agung.

    Dalam pada itu pertempuran di tengah-tengah pategalan semakin lama semakin dahsyat. Kegelapan yang melingkupi tempat itu bukan halangan bagi Ki Singawana sepuh dan kawan-kawan. Silih berganti mereka menggempur kedua ujud bayangan semu itu. Namun sejauh itu mereka belum mampu menemukan titik kelemahan ilmu Ki Rangga.

    “Gila!” geram Ki Singawana sepuh dalam hati sambil terus bertempur, “Jika pertempuran ini diteruskan, bisa-bisa kita yang akan kehabisan nafas. Sementara kedua ujud semu itu terlihat sama sekali tidak terpengaruh dan kelelahan,” Ki Singawana sepuh berhenti berangan-angan sejenak sambil meloncat menghindari serangan lawan. Lanjutnya kemudian, “Aku tahu sesungguhnya kedua ujud ini hanyalah pancaran ilmu dari Ki Rangga yang entah sedang bersembunyi di mana. Ki Rangga dapat saja dengan sesuka hatinya memancarkan ilmunya melalui kedua ujud semu ini. Kadang serangannya mengandung tenaga cadangan yang sangat kuat, namun suatu saat kedua ujud semu ini tak ubahnya ujud-ujud semu yang lain yang tidak berarti sama sekali. Ki Rangga benar-benar sangat cerdik. Kapan dia mengisi ujud semunya dengan ilmunya dan kapan dia hanya membiarkan ujud semu berloncatan tanpa arti, itu yang aku belum dapat memecahkannya.”

    Tetapi pertempuran berlangsung terus. Entah sudah berapa kali keempat orang itu salah menilai. Saat Ki Rangga menyerang dengan garangnya, mereka mengira ujud semu itu mengandung kekuatan yang dahsyat. Namun menilik tidak adanya desir angin yang melambari serangan itu, mereka pun kemudian menyangka serangan itu hanya serangan semu belaka sehingga telah mengabaikannya.

    Namun yang terjadi kemudian sangat mengejutkan. Disaat serangan itu tinggal sejengkal, mereka segera merasakan desir angin yang dahsyat mengiringi serangan itu. Dengan terburu buru mereka pun kemudian segera mengerahkan tenaga untuk melindungi tubuh-tubuh mereka.

    Demikianlah peristiwa itu terjadi berulang kali sehingga telah membuat darah mereka mendidih sampai ke ubun-ubun. Mereka tidak dapat lagi berpikiran jernih dan hanya menurutkan hawa nafsu mereka untuk segera mengalahkan kedua ujud semu itu.

    Yang terjadi kemudian sungguh sangat memprihatinkan. Keempat orang yang sudah malang melintang dalam dunia olah kanuragan dan namanya telah banyak disebut di antara orang-orang berilmu tinggi, telah dibuat tak berdaya melawan dua ujud semu Ki Rangga.

    Ki Singawana sepuh yang masih dapat berpikiran jernih segera membuat pertimbangan-pertimbangan. Agaknya pertempuran itu tidak akan ada gunanya jika dilanjutkan. Yang mereka lawan hanyalah dua ujud semu. Jika mereka berhasil menemukan rahasianya pun kedua ujud semu itu dapat saja segera ditarik menghilang dari pandangan mereka oleh Ki Rangga.

    “Benar-benar sebuah pertempuran bodoh!” geram Ki Singawana sepuh dalam hati sambil berloncatan menghindari serangan lawannya, “Aku sudah mencoba membenturkan ilmuku dengan serangan ujud semu ini. Namun sepertinya aku tidak dapat meraba dari mana sumber pancaran ilmu ini. Cara paling tepat untuk mengalahkannya hanya dengan mematikan sumbernya, yaitu Ki Rangga sendiri yang aku yakin sekarang sedang bersembunyi entah di mana.”

    Mendapat pemikiran seperti itu, Ki Singawana sepuh mulai mengendorkan serangannya. Beberapa saat yang lalu dia mendapatkan serangan-serangan ujud semu itu hanyalah sebuah serangan semu, tidak ada kekuatannya sama sekali. Namun sekarang serangan ujud-ujud semu itu kembali bertenaga dan terlihat semakin dahsyat.

    • Naah, ini Dia..

    • Maaf…..

      efek ngantuk, jadi ngelindur.

      Ceritanya, karena capek maka bakda tarawih maunya sih leyehan bentar sambil nonton TV, eh…. tibaknya lha kok malah ganti ditonton TV.

      Ingat tugas yang belum diseselaikan, …. jenggirat bangun, buka laptop dan kirim halaman 9-10.

      Mengikuti jejak Ki Pedo, nyasar ke gandok 31. Kojoooor…. ndoremak…….

      hi hi hi …….

      • Alhamdulillah.. kewaegen kolag ya Ki.. semoga tetap sehat.. lanjut bubuk meyeng persiapan sahur.. monggo..

      • Benar sekali..pak breng tracking sampai ke halaman tsb langsung ceklik ceklik balas….akhirnya terus bubuk meyeng…..

        Tengkyu ki_ps and mb_man
        Semoga tahes ulales..Aamiin

      • no problem ki_ps salah satu faktor lelah n lemas habis bukanya lahap sekali…

        pak breng bolak balik tingok2.
        waaah feeling pasti salah kamar niiih..
        eeee lladalla temenen masuk tellok settong…hi hi hi

  12. Mantul ini ki, makasih Mbah Man & Ki PS

    • Mantep tenin…wah cuma bagaimana ilmu dipancarin sembari sholat ya…overall mantap dan dahsyat..

  13. Matur nuwun Ki, saget damel nenggo sahur.

    • sungguh nggak nyangka ilmu RAS ngedab edabi…
      Padahal dikala usia RAS sdh menginjak 18 th Untara seperti merawat bayi….
      👍👍
      mtr nuwun Ki SP.. wedaranipun..

      • Matur tengqyu ki PS dan mbah Man yg telah menyajikan pertempuran yg membingungkan para lawan ki RAS … semoga tetap sehat dan bersemangat melanjutkan STSD … 🙏
        Sabar menanti wedaran berikutnya …

  14. Weh ternyata model virtualnya RAS sdh menggunakan teknologi tinggi, sdh bisa mode auto pilot auto gelut dewe xi xi xi. RAS sedang sholatpun ujud semunya bisa melayani gelut 4 orang walau tdk bisa menyerang dg kekuatan. Mungkin waktu digembleng di G Muria pada hari2 terakhir RAS sdh menyisipkan chip algoritma pada virtualnya; jika dijotos dr kanan maka melompat ke kiri, jika diserang bersama2 maka mumbul sak duwur2e dst wk wk wk pokoke sing penting obah sebelum ke mode manual pilot lagi.

    • kalau masalah mode mode an opo jare ki_sigit…..

      dua wujud semu ki.ras sdh auto mode jarene ki._sigit…..padahal sing ahli ngeMODE iki ki_sisol sama ki_araha.
      .wkwkwkwk👃👃👃

      • kalau yang gitu2 saya tahunya juga cuma dikit2 aja… termasuk referensi ramuan yang saya catat juga masih sedikit : (telur bebek + sprite) dan (kuning telur ayam kampung + madu + susu beruang)…. barang kali Pak Breng sudah dapat info ramuan lain yang lebih ngedab-edabi…? khusus sebagai bekal RAS menghadapi tantangan “tugas berat” selanjutnya… he he he…

      • Nuduh ini Pak Breng😉😜

  15. Berarti kalau bener ada pertemuan Pasang Gelar Giri Kaprawiran, repot bener tuan rumah kalau Ki Rangga nggak hadir secara fisik👍

  16. Yang terjadi kemudian sungguh sangat memprihatinkan. Keempat orang yang sudah malang melintang dalam dunia olah kanuragan dan namanya telah banyak disebut di antara orang-orang berilmu tinggi, telah dibuat tak berdaya melawan dua ujud semu Ki Rangga.

    Nggak takut dikeroyok lagi sekarang Ki Rangga, tambah melesat jauh peningkatannya

    • kucur…..
      kucuuuur…
      kucuuuuuuuur

      buat nunggu gerbong menoreh sehabis belanggoooor

      • Opo jik onok blanggur?

        • Terawih njih pak breng…..
          Ingkang sareh njih….nenggo yudanipun ki RAS….he..he..he

          • TEPAK POKOL: 21 00

            ki_wardono apakah ada tanda tanda gerbong malam ini hidup di dua alam jilid telok settong dan jilid telok duwek wk wk wk..
            mudah2an pak sep on time meniup pluitnya…

            tuuuuuiiiit
            tuuuuuuuiiiit
            tuuuuuuuuiiiiit

            jeeeees
            jeeees
            jeereeejeees

          • Teoonngggg………………

            Semboyan telok lemak.

  17. Pukul 20:20 wib…..

  18. STSD-32 halaman 11-12

    Dahan dan ranting serta gerumbul dan semak yang terkena sambaran serangan ujud-ujud semu itu berhamburan bagaikan habis diterjang puting beliung. Tanah di sekitar tempat itu pun bagaikan habis dibajak oleh berpuluh-puluh ekor kerbau liar.

    Dalam pada itu di Perdikan Menoreh, Ki Rangga yang sedang terpekur diam telah diganggu oleh desir langkah seseorang mendekatinya. Ketika Ki Rangga kemudian membuka kedua matanya, tampak Sekar Mirah sedang duduk bersimpuh di sampingnya sambil tersenyum.

    “Kakang tidak lapar?” bertanya Sekar Mirah kemudian sambil menyentuh lembut lengan suaminya, “Sudah aku siapkan makan sore kakang di dalam bilik. Jika terlalu lama nanti keburu dingin.”

    Tampak Ki Rangga tersenyum tipis sambil menarik nafas dalam-dalam. Pemusatan nalar dan budinya untuk memancarkan kekuatan ilmunya kepada kedua ujud semunya pun menjadi terganggu.

    Jawab Ki Rangga kemudian, “Baiklah, mari kita makan bersama,” Ki Rangga berhenti sejenak. Sambil berpaling Ki Rangga pun kemudian bertanya, “Di mana Bagus Sadewa?”

    Sekar Mirah tersenyum sambil bangkit berdiri. Jawabnya kemudian, “Seperti biasanya. Cucu Kiai Sabda Dadi itu selalu membantu aku untuk mengasuh Bagus Sadewa. Kelihatannya dia benar-benar sangat sayang kepada anak kita.”

    Ki Rangga balas tersenyum sambil ikut bangkit berdiri. Katanya kemudian, “Syukurlah. Jika demikian Damarpati akan menjadi pemomong yang baik bagi anak kita. Agaknya gadis kecil itu sangat ingin sekali mempunyai adik.”

    “Ya, kakang,” sahut Sekar Mirah sambil menggandeng lengan suaminya meninggalkan surau, “Aku menjadi sangat kasihan kepada gadis kecil itu. Sepertinya dia sudah tidak mempunyai orang tua lagi. Kiai Sabda Dadi menjadi satu satunya keluarga untuk tempat berlindung.”

    Ki Rangga tampak menarik nafas dalam-dalam sambil berjalan mengiringi langkah istrinya. Untuk sejenak perhatian Ki Rangga pun beralih ke kakek dan cucunya yang kini seolah olah telah menjadi bagian dari keluarga Ki Gede Menoreh.

    “Jika keadaan sudah memungkinkan, dalam perjalanan ke lembah antara Merapi dan Merbabu nanti, aku akan mengajak Kiai Sabda Dadi untuk membicarakan permasalahannya,” membatin Ki Rangga sambil mengikuti langkah-langkah kecil istrinya.

    “Kakang,” bertanya Sekar Mirah tiba-tiba menyadarkan Ki Rangga dari lamunan, “Siapakah tamu yang datang ke barak tadi pagi?”

    Ki Rangga tersenyum sambil memandang istrinya. Jawabnya kemudian sambil tetap melangkah, “Ki Tumenggung Singaranu dan beberapa perwira serta sekelompok prajurit sebagai pengiring.”

    Sekar Mirah mengerutkan keningnya sambil mengangkat wajahnya memandang ke arah suaminya dengan raut wajah penuh tanda tanya. Tanyanya kemudian, “Ki Tumenggung Singaranu? Ada kepentingan apa? Bukankah Ki Tumenggung Singaranu itu pembantu utama Pangeran Purbaya?”

    “Benar Mirah,” jawab Ki Rangga sambil terus berjalan menaiki tlundak teritisan menuju ke gandhok, “Ki Tumenggung Singaranu adalah pembantu utama Pangeran Purbaya,” Ki Rangga berhenti sejenak. Lanjutnya kemudian, “Ki Tumenggung Singaranu mendapat mandat dari Sinuwun Prabu Hanyakrakusuma untuk mengambil sumpah setia pasukan khusus Mataram yang berkedudukan di Menoreh.”

    “Sinuwun Prabu Hanyakrakusuma?” sahut Sekar Mirah dengan nada yang terheran heran, “Siapa dia Kakang?”

    “Ah,” terdengar Ki Rangga tertawa pendek. Jawabnya kemudian, “Jangan deksura Mirah. Sinuwun Prabu Hanyakrakusuma adalah gelar abiseka dari Raden Mas Rangsang setelah dinobatkan menjadi Raja Mataram.”

    “O, maafkan aku kakang,” Sekar Mirah terpekik kecil sambil menutupi bibirnya dengan telapak tangan kirinya. Lanjutnya kemudian, “Syukurlah, akhirnya Pangeran Pati yang jumeneng nata di Mataram. Apakah kakang juga mendapat perintah untuk marak seba ke Kotaraja?”

    • Gêlut é lèrèn sik.

      hi hi hi …

      Sabar….. riyăyă sik adoh….

      • Bress.. lemes dedes.. dag dig dug.. pitakone SM.. “apa kakang uga diprintah marak seba dateng kotaraja..”.. bingung kaya kena oyot nimang anggone arep jawabe.. hi hi hi
        Matur nuwun Ki Satpam, Mbah Man.. selamat puasa semoga selalu sehat dan barakah.. aamiin

      • Sendika dhawuh Pak Satpam saha Mbah Man… Mugi2 bibar riyaya saget dipun lajengaken gelut ipun… Mangga sami bubuk meyeng….

      • Mantaps PS, alur ceritanya begitu menggoda utk tetap ditunggu dan dinikmati,,, smoga sehat selalu

        • Lha ini RAS & SM kan di rumah Argapati? Kok gak makan bareng2 dg penghuni, biar tangannya RAS senggolan lagi dg PW, biar “greng” lagi???

        • Gelut ala era milenium … 4 tokoh sakti melawan hologram yg dikemudikan remote control … ujungnya game over … kayaknya ilmu ki RAS terinspirasi play station … hehehe … tetap setia menunggu kelanjutannya … matur nuwun ki PS dan mbah Man semoga sehat selalu dan tetap kreatif ngotak atik cerita STSD … 👍🙏

      • he he he ki_ps iso iso wae gelute leren siiiik…mergo posoan..
        opo .maneh lut gelutan nang. bilik..
        no..
        no..
        no…

        tengkyu ki_ps and mb_man

        • Gelute ora leren P. Breng, mung disambi dengan makan malam dan cengkerama. Sebetulnya RAS ingin tahu apa hubungan ranapati dan warapati. Kayaknya dia ingin dingkik juga ke perguruan wirapati. Baiknya prajurit sandi dari pedopakan ikut RAS.

          • Akur. Harusnya cari sisik melik ke sono😜

    • Ki RAS sholate ora khusyu wong elmune masih nyoss kro lawane hihihi… giliran di senyumi lan di elus buyar heheheee

  19. Luar biasa, kemarin kunjungan tembus 10K dalam sehari, paling ramai pada jam 10 malam, Cantrik/mentrik yang menunggu di padepokan mencapai 138 orang.

    Matur suwun.

    Grafik April19

    • Meninggalkan jejak….
      Semoga mereka ber4 dihajar cemeti perguruan windujati…😁😁

      • Nglilir…dikira ada bonus gerbong bilik Sekar Mirah…….ora Ono….bubuk meyeng lagi ..kiiiiiii

        • Gelut ala era milenium … 4 tokoh sakti melawan hologram yg dikemudikan remote control … ujungnya game over … kayaknya ilmu ki RAS terinspirasi play station … hehehe … tetap setia menunggu kelanjutannya … matur nuwun ki PS dan mbah Man semoga sehat selalu dan tetap kreatif ngotak atik cerita STSD … 👍🙏

      • Jaman dulu…. Radite dan Anggara (Darba n Paniling….. murid” Pasingsingan) bertempur lawan Mahesa Jenar dan Kebo Kanigara….. bisa lemas karena udara dingin ilmunya Panembahan Ismaya….sahabat Empu Windujati ….benar gak Kangmas

        • Beda sifat dinginnya. Itu kayak sirep efeknya, bukan membekukan

    • Bos klo mau ikut langsung gabung biar dapet email cerita caranya bagai mna?

    • Apakah 138 itu rekor ?. Biasanya 60 an kayaknya

  20. Alhamdulillah matur nuwun Ki Sapam ngaputen sinambi ngratus daharan saur hehehe, sangking Cantrik Dablek.
    Ngaputen….ngapiten

    • Maturnuwun mBahMan PSatpam atas wedarannya sehat selalu Aamiin.

  21. Apakah kakang juga mendapat perintah untuk marak seba ke Kotaraja?”

    Kenapa pertanyaan ini yang pertama diajukan ya ?😉😊

    • pertanyaan SM wajar…

      bila ki.ras jawab yaa mirah…mirah cepet cepet ngunci rapet rapet pintu butulane biar PW ngak ikut masuk ke bilik nya begitu ki.sisol…itu RAKIRA LOO YOOO..

      wkwkwk….wes suwe kekeringan mi.sisol…

  22. Jadi teringat pertempuran yang bubar antara Radite dan Anggara melawan Kebo Kanigara dan Mahesa Jenar……. bubar karena hawa dingin ilmunya Panembahan Ismaya

    • ki Tumenggung Wredha jadi mengingatkan JJYT yang sedang pingsan… semoga Mbah Man dan Pak Satpam berkenan melanjutkan JJYT : menyambungkan NSSI dengan ADBM… aamiin

      • Apa mungkin cukup sulit untuk menyambungkan NSSI dg ADBM ya trus tdk dilanjut. Kalau tdk salah, cerita terakhir NSSI lanjutan sampai pada tokoh Kakang Panji muda dan ayahnya yg mempunyai ilmu sangat tinggi ilmu pukulan jarak jauh. Dalam sinopsis Kiai Gringsing muda (Raden Pamungkas) mengembara sampai ke Padepokan Karang Tumaritis dan bahkan tinggal di sana. Tentu aliran ilmu perguruan Windujati yg ada pada dirinya tdk kalah dengan ilmu Kakang Panji muda. Yang menjadi masalah klu kemudian ilmu Raden Pamungkas tsb beriring dengan ilmu Kebo Kanigoro penghuni padepokan yg notabene bisa dikatakan ilmunya paling mantap bahkan melebihi tokoh2 angkatan spt Ki Ageng Pandan Alas maupun Ki Ageng Sora Dipayana. Apakah nanti Kebo Kanigoro ilmunya tdk menjadi tampak kecil tak sebanding dg pendatang muda Raden Pamungkas he he he krn bagaimanapun hebatnya tokoh2 sakti dalam cerita NSSI jarang atau bahkan tdk ada yg melontarkan ilmu jarak jauh, yg ada dan menjadi icon puncak ilmu masing2 perguruan adalah sebuah sikap pengungkapan ilmu benturan langsung spt Sasra Birawa, Lebur Sekethi dll. Lontaran ilmu jarak jauh yg ada paling Gelap Ngampar dan sejenisnya. Belum lagi ilmu perguruan Windujati yang sangat beragam jenisnya pdhal Pangeran Andayaningrat guru Mahea Jenar sama2 bersumber dari era Majapahit akhir tetapi ilmunya tdk sebanyak dan sehebat perguruan Windujati. Tapi kalau Mbah Man bisa menyambungkan kedua cerita besar tentu sangaaat luar biasa dan juga sangat ditunggu.

        • aamiin

        • Itulah bedanya SHM dan Mbah Man. SHM sptnya sangat masuk akal….apalagi dlm hub sejarah.
          Tidak ngayawara dengan ilmu panglipat bumi, ilmu pangangen angen
          Tapi biarlah….asyik juga buat s3kedar tahu.toh nek gak mecungul ya rada klepekan nggoleki……heee….heeeee

          • Ilmu pangrupak jagat, ilmu nunut angin, ilmu memperpendek waktu perjalanan, sampai sekarang masih ada yg punya.

          • Ilmu sorot mata AS sdh ada sejak era ki SH Mintardja, ilmu yg jg dimiliki oleh Sabungsari & Ki Gede Telengan. Itu kan lontaran ilmu jarak jauh juga ki. Aji kakang kawah adi ari2 yg merupakan landasan dr Aji Pengangen2. Aji Sigar Bumi ciptaan ki Jayaraga, Namaskara ciptaan Glagah putih & Rara wulan mrp contoh ilmu2 lontaran jarak jauh yg sdh ada sejak era ki SHM.

        • Mhn petunjuk Ki Sanak, NSSI kepanjangannya apa, dr sekilas cerita ny kayak asik dan perlu dibaca..
          Terimakasih

          • Nagasasra Sabukinten Ki Sanak. . .penulisnya S.H. Mintardja juga

        • Seingat saya…. guru asli Kyai Gringsing adalah adik seperguruan Empu Windujati…… adalah sahabat dan teman berlatih Ki Kebo Kanigara….dan mereka bertukar ilmu.
          Sementara Ki Waskita, kalau gak salah, murid dari Ki Ageng Gajah Sora……karena itu tampaknya ada hubungan batin antara Kyai Gringsing dengan Ki Waskita….seperti juga Ki Gede Menoreh yang kala remajanya pernah menghadap Empu Windujati atas perintah gurunya…..
          Mungkin ingatan cerita saya salah…..mungkin ada yang bisa konfirmasi….?

  23. Semoga diberikan kekuatan dan kemudahan …Aamiin

    • Sampun Titi wanci gelut maning…
      Mangga Ki SP..

      • Sudah ikut menunggu kehadiran Argo Menoreh….

        • Hadiiiir p satpam ……

  24. Siaaap… pak Breng silahkan angkat raket ijo sekarang juga… Tuuiiiiittt tuiiitttt ttuuuiiiitttt…. Jes jes jesss….

    • ki.araha…..pak sep masih ngopi sebentar lagi argosekar mirah meluncuuuuuur…

      tuuuuuuiiiiiit
      tuuuuuuuuiiiit

      • TEPAT PUKUL 21:12

        MELUNCUUUR

  25. Menunggu gerbong tiba…

    • pukul 21:21

      • Detik-detik menjelang Pak Breng……….

  26. STSD-32 halaman 13-14

    Berdesir jantung Ki Rangga. Sebenarnya pertanyaan istrinya itu sangat wajar. Namun karena Sinuwun Prabu Hanyakrakusuma semasa masih menjadi Pangeran Pati dulu pernah menjanjikan putri triman kepadanya, dada Ki Rangga pun seolah olah seperti ditindih berbongkah-bongkah batu padas sebesar gunung anakan.

    Namun dengan cepat Ki Rangga menguasai diri. Jawabnya kemudian, “Tentu saja, Mirah. Dalam waktu dekat aku akan pergi ke Kotaraja untuk sowan kehadapan Sinuwun Prabu Hanyakrakusuma.”

    Tampak kepala Sekar Mirah terangguk-angguk. Tanpa terasa langkah-langkah suami istri itu telah sampai di depan bilik.

    Ketika Sekar Mirah kemudian mendorong pintu bilik, Ki Rangga melalui pengamatan batinnya segera menyadari bahwa orang-orang yang sedang berada di tengah pategalan itu agaknya sudah mengetahui kedua ujud semunya yang bergerak tanpa lambaran kekuatan ilmunya.

    Dalam pada itu di tengah pategalan, Ki Singawana sepuh yang kembali merasakan kedua ujud semu Ki Rangga bergerak tanpa pancaran ilmu dari sumbernya, segera meloncat mundur.

    Melihat Ki Singawana sepuh meloncat mundur, orang-orang pun segera mengikutinya.

    “Marilah kita tinggalkan tempat terkutuk ini!” geram Ki Singawana sepuh kemudian sambil melangkah pergi, “Kedua ujud semu itu sudah tidak berbahaya lagi. Tidak ada lagi kekuatan ilmu yang terpancar dari keduanya. Agaknya Ki Rangga sudah bosan bermain-main dengan kita.”

    Ketiga orang itu pun tampak berdiri termangu mangu mendengar penjelasan Ki Singawana sepuh. Ada sedikit keraguan dalam hati mereka. Namun ketika mereka melihat kedua ujud semu Ki Rangga itu hanya berdiri diam, ketiga orang itu pun akhirnya mengikuti Ki Singawana sepuh meninggalkan tempat itu.

    “Ki Ageng,” tiba-tiba salah satu dari kedua ujud semu itu bertanya sehingga keempat orang itu telah menghentikan langkah dan berpaling, “Pertempuran belum selesai dan Ki Ageng justru akan meninggalkan gelanggang. Apakah itu pantas, Ki Ageng?”

    “Ki Rangga!” geram Ki Ageng kemudian sambil menghadap penuh ke arah salah satu ujud semu itu, “Aku tahu Ki Rangga sedang berada di suatu tempat dan dengan seenaknya mempermainkan kami dengan ilmu semu ini. Tapi ketahuilah Ki Rangga, aku sudah mulai dapat meraba kelebihan dan kelemahan ilmu semu ini. Tunggulah, suatu saat aku akan datang dan membuat perhitungan! Aku mengakui keunggulan Ki Rangga jika sedang bermain dengan ilmu semu ini. Namun jika suatu saat terbuka kesempatan kita untuk berhadapan satu lawan satu lagi, aku jamin Ki Rangga tidak akan pernah melihat Matahari terbit lagi.”

    Selesai berkata demikian Ki Singawana sepuh segera memberi isyarat kawan-kawannya untuk meninggalkan tempat itu.

    Dalam pada itu Ki Rangga yang sedang memasuki bilik mengikuti istrinya sudah menganggap tidak ada gunanya lagi untuk mempertahankan kedua ujud semunya. Sejenak kemudian kedua ujud semu itu pun perlahan lahan menghilang bagaikan asap tipis yang tertiup angin.

    Setelah melepaskan aji pengangen angen dan tak lupa menutup pintu bilik, Ki Rangga segera mengikuti Sekar Mirah berjalan menuju sebuah meja yang terletak di sudut bilik. Tampak di atas meja telah tersedia makan malam bagi mereka berdua.

    Dalam pada itu, Ki Singawana sepuh dan ketiga orang yang mengikutinya segera mengambil kuda-kuda mereka yang disembunyikan di salah satu sudut pategalan. Sambil menuntun kuda-kuda itu perlahan lahan keluar dari pategalan menuju ke jalan padukuhan, tidak ada seorang pun yang berbicara. Dada mereka rasa rasanya masih bergemuruh jika mengingat pertempuran yang baru saja mereka alami di dalam pategalan itu. Namun benak mereka telah dipenuhi oleh rasa penasaran akan ilmu Ki Rangga yang nggegirisi.

    • Gelut pemanasan sudah selesai.

      hi hi hi ….

      • suwun ki_ps

      • ANGAAAAK HOOOO

      • Maturnuwun mbah Man ugi ki P.Satpam, mugi panjenengan kekalih kalian kuloargo tansah pinaringan sehat. Nueun

    • Dalam pada itu, Ki Singawana sepuh dan ketiga orang yang mengikutinya segera mengambil kuda-kuda mereka yang disembunyikan di salah satu sudut pategalan. Sambil menuntun kuda-kuda itu perlahan lahan keluar dari pategalan menuju ke jalan padukuhan.
      .
      mereka berempat sedang menyusuri jalan setapak dan begitu keluar dari pategalan keempat orang tsb jantungnya bagaikan copot gondal gandul..

      EEELLUUUK …SIAPA RANG SEORANG TERPAPAR COVID 19….dgn kondisi mengenaskan….ternyata orang yg semaput itu orang yg mendapat tugas memancing ki.rangga…

      langsung ki.singawana mendekati orang ts dan bertanya ..apa yg terjadi….apa yg terjadi..
      heegh…orang tsb tdk dapat menjawab hanya tola tole tola tole dgn wajah pucat pasi..
      begitu mau menjawab…jangan sekarang biar besok malam saja jawabanmu yaaaa…
      akhirnya orang 4 tsb semakin bingung dgn ilmu ki.rangga yg ngedapi ngedapi.

      he he he.

      ancene ciamik cerita yg dibuat mb_man membuat semua pembaca gregesi gregesi alias panas adem wkwkwk

      • Terlalu penakut dia. Cuma lihat Ki Rangga naik kuda kemarin malah pingsan. Sungguh keterlaluan 😉😜

  27. Harap harap cemas Ki Rangga dicegat lagi sewaktu mau ke Kota Raja ..
    Tambah seruuuu….
    Sehat selalu Mbah Man dan Ki Satpam

    • Kayaknya justru mereka yang cemas duluan. Kalau aksinya ketahuan, kan kecemasan mendalam justru lebih terasa. Bisa jadi beraksi duluan, nggak nunggu timing pas untuk nyegat tapi justru usaha pen-dingkik-an😉😜

    • Spt nya…ki rangga tidak akan menghabisi lawan2nya…dg ilmu yg didapat hanya dg ujud semu nya…lawan tanding nya akan kebingungan dan mencari solusi…😘😘😘..jangan lupa final piala menpora nanti malam persib vs persija..ini juga tidak kalah seru…jawa timur/jawa tengah..terkenal olah kanuragan yg mumpuni..tpi untuk olah kaki…utk sementara th 2021..nobar saja..menjagikan yg mana?

  28. Habis makan rakira RAS vs SM ngapain Pak Breng ? Apa langsung bubuk meyeng…?

    • Rakira, Pak Breng sudah bobok meyeng.

    • Yg masuk bilik SM itu RAS palsu.
      Yg aslinya udah sama Anjani, udah kangen juga. Qi qi qiii……

  29. Alhamdulillah, matur nuwun Mbah Man soho Ki Satpam, wedaran ipun sampun dumugi, hehehe ora rugi Ras dilatih sabar dening Sunan Muria. Jooss tenan. Suwun sugeng dalu

    • Maturnuwun mBahMan PSatpam atas wedarannya sehat selalu Aamiin.

  30. Assalamuallaikum Wr. Wb. Monggo Derek2 Cantrik soho Mentrik ingkang bade Sahur… Sahur… Sahur…
    Kalian nenggo sepur langkung hehehee

  31. Maturnuwun Mbah_Man & Ki P.Satpam ,mugi tansah sehat selalu… Aamiin.

  32. matur nuwun mbah Man dalah ki Satpam…salam sehat….

  33. Kapan se kondangan ijab kobul Ki RAS dan Pandan Wangi ?

  34. Kapan se kondangan ijab kobul Ki RAS dan Pandan Wangi ?

    • Ijab kobul setelah Lebaran pak Cholid…hehe

      • Koq susah dibayangkan nih, kalo jadian sama PW trus RAS kamar tidur nya dimana itu, hehehheee ato malah satu kamar tidur besara ada tiga amben?? bingung milih lha wanitanya perkasa semua je, ato satu amben besar, dengan kaki2 amben diperkuat kayu jati semua
        Hehehhehee

        • secara jumlah mestinya nggak masalah… tiap malam RAS tinggal matek aji… otomatis 3-3 nya bisa beraksi bersama2… masalahnya cuma 1 : boyok… semoga Pak Breng sudah menemukan ramuan penguat boyok…

          • Hahahahaaa injih ki Araha, lha malah iso bareng2 apalagi kalo Anjani juga sdah gabung, tunggu info ki Breng ini kira2 perlu ramuan yang nambah jozz

          • semoga Pak Breng berkenan menyampaikan wedharan nya segera… mengingat ini malam jumat… he he he…

  35. Alhamdulillah…STSD dapat menjadi hiburan selama menjalani rawat inap lanjutan di Mayapada Hospital. Sdh hari ke 13, tiap malam klo ga bisa tidur selalu nginguk gandok…matur nuwun pak Satpam dan Mbah Mban..🙏

    • Smoga cepet sembuh Ki Ubaid dan beraktifitas dpt sediakala..
      Aamiin

      • Semoga lekas sembuh ki Ubaid.. segera dapat aktivitas lagi..

        • Aamiin..maturnuwun ki Rahardjo n ki Joko Lelono…

          • 21.23
            Argo menoreh blum kliatan..
            Tetep sabar.. nyrantu wedaran Ki SP…

      • Semoga Gusti Alloh memberikan kesembuhan dan kebaikan kepada Ki Ubaid. Aamiin.

    • Semoga lekas ki ubaid…,semoga ALLOH mengangkat penyakit ki ubaid….sik sabar njih menerima cobaan….

    • Semoga segera pulih dari operasi yang telah dilakukan, sehingga bisa beraktivitas sebagaimana sebelumnya.

      Semangat Ki Ubaid

    • Smoga cepet sembuh ki Ubaid dqmn krmbli beraktivits kembali,,

      • Amin, Amin YRA

  36. STSD-32 halaman 15-16

    “Kedahsyatan ilmu Ki Rangga itu justru terletak pada jarak yang cukup jauh antara wadag aslinya dengan ujud-ujud semu itu,” membatin Ki Ageng Selagilang sambil menuntun kudanya melewati sela-sela gerumbul dan semak belukar, “Lawan lawannya tidak akan berdaya dan hanya akan menjadi bulan-bulanan jika bertempur melawan ujud semu Ki Rangga. Namun aku yakin, jika Ki Rangga hadir di dalam pertempuran tadi, tidak akan sulit bagiku untuk melumpuhkannya. Salah satu cara untuk menghentikan ujud-ujud semu itu hanya dengan mematikan sumbernya dan sumber itu adalah Ki Rangga sendiri.”

    Mendapat pemikiran seperti itu tampak kepala Ki Ageng Selagilang terangguk angguk. Pada pertemuan pertama dengan Ki Rangga di Lemah Cengkar beberapa tahun yang lalu, Ki Ageng Selagilang masih merasa mampu mengimbangi Ki Rangga. Dengan salah satu ilmunya yang mampu membuat udara di sekitar mereka membeku, Ki Ageng mampu membuat Ki Rangga mengalami kesulitan saat itu. Yang kemudian membuat Ki Ageng Selagilang lengah adalah ilmu sorot mata Ki Rangga yang dengan sangat tak terduga menyerang dada dan meremas jantung.

    “Saat itu aku memang lengah,” Ki Ageng Selagilang meneruskan angan-angannya sambil menuntun kudanya keluar dari pategalan, “Seandainya saja aku sempat melepaskan ilmu puncakku saat itu, tentu nama Ki Rangga Agung Sedayu hanya tinggal cerita.”

    Tetapi yang terjadi kemudian adalah diluar perhitungan Ki Singawana sepuh. Pengeran Ranapati ternyata telah terjatuh dan terluka berat ketika membenturkan ilmunya dengan Swandaru, murid kedua orang bercambuk.

    Ketika mereka kemudian muncul dari salah satu sudut pategalan itu dan kemudian naik ke jalan padukuhan, malam benar-benar telah menyelimuti langit perdikan Menoreh.

    Tiba-tiba pendengaran mereka yang tajam telah mendengar suara dengkur orang yang sedang tertidur pulas. Ketika mereka kemudian mencari asal sumber suara itu, dalam keremangan cahaya langit yang suram, tampak sesosok tubuh sedang tergeletak begitu saja di tengah jalan.

    Ki Wirapati yang berdiri paling dekat segera menendang pinggul orang itu sehingga terlempar hampir dua tombak jauhnya.

    Terdengar suara mengaduh disertai bunyi benda berat yang jatuh ke tanah. Orang itu pun terdengar mengumpat sambil merangkak bangun.

    “Cantrik tua! Apa kerjamu di sini he?!” tiba-tiba suara bentakan yang menggelegar telah membangunkan kesadarannya.

    Ketika orang yang dipanggil cantrik tua itu kemudian memandang ke arah suara itu berasal, alangkah terkejutnya dia begitu menyadari siapa saja yang berdiri beberapa langkah di hadapannya. Dengan cepat dia segera berdiri dan menganggukkan kepalanya dalam-dalam sambil berkata, “Maaf Ki Wirapati, aku tidak sengaja telah tidak sadarkan diri. Semua itu diluar kuasaku.”

    Tampak keempat orang itu saling berpandangan sejenak. Ki Wirapati lah yang kemudian bertanya, “Apa sebenarnya yang telah menimpamu sehingga engkau tidak sadarkan diri?”

    Tampak cantrik tua itu menarik nafas dalam-dalam terlebih dahulu sambil mencoba mengingat ingat apa yang telah terjadi sebelum dirinya jatuh pingsan.

    “Maafkan aku sebelumnya, Ki Wirapati,” jawab cantrik tua itu kemudian, “Sebenarnyalah aku telah berhasil memancing Ki Rangga untuk memasuki pategalan. Sebagaimana pesan Ki Wirapati, begitu Ki Rangga sudah berhasil aku bawa ke tempat yang telah ditentukan, aku harus segera menyingkir.”

    “He! Jangan berputar putar!” bentak Ki Wirapati tidak sabar.

    “Ya, ya, Ki,” sahut cantrik tua itu dengan suara gemetar. Lanjutnya kemudian, “Tetapi aku tidak menyingkir terlampau jauh. Aku telah terpancing untuk melihat apa yang sedang terjadi dengan Ki Rangga di tengah pategalan itu.”

    • Matur nuwun Ki SP n Mbah man
      Smoga tetep sehat dan semangat dlm makarya

      • tengkyu mi_ps and mb_man

    • Maturnuwun mBahMan PSatpam atas wedarannya sehat selalu Aamiin.

  37. Cantrik tua berputar2 biar ceritanya makin panjang… Hi hi hi…

    • maafkan aku kakang,” Sekar Mirah terpekik kecil sambil menutupi bibirnya dengan telapak tangan kirinya. Lanjutnya kemudian, “Syukurlah, akhirnya Pangeran Pati yang jumeneng nata di Mataram. Apakah kakang juga mendapat perintah untuk marak seba ke Kotaraja?”

      kemudian ki.rangga berhenti sejenak lalu menggapai tangan kiri istrinya dgn sedikit manja….oooooh kakang bisa” aja desah sekar mirah sedikit tergagap gagap..
      mari kita makan malam dulu mirah ..sela ki.rangga..

      pada perjalanan makan malam sedikit ki.rangga menyentil titah raden mas rangsang sebelum menjadi raja mataram….mirah seperti yg engkau ketahui bahwa bila RM Rangsang menjadi raja aku( ki.rangga) akan diangkat menjadi tumenggung..gimana menurutmu sebaiknya mirah…mendengar apa yg dikatakan ki.rangga maka SM bahagia bercampur duka krn ada satu hal yg mengganjal dihati mirah atau setiap hati wanita yaitu putri triman….pikiran mirah menjadi semakin galau lalu kepala nya disandarkan pada dada ki.rangga dgn sedikit berbisik bisik..klau masalah putri triman itu tergantung kakang saja….sambil meneteskan airmata kerinduan…mirah pasrah kakang surgo nunut neroko nggak katut….????

      sejenak ki.rangga membisu seribu bahasa 🤭🤭🤭pikirannya melayang layang akan pertemuannya dgn rara anjani terakhir…ooooooh desah ki.rangga…..apa yg kakang tadi ucapkan ngak jelaaaas..tanya sekar mirah….

      dalam pada itu ki.GM dgn PW sedang membicarakan hasil pembicaraan dgn SM ….bahwa sekar mirah setuju bila PW dipersunting oleh agul agul mataram….

      ayah…???kata kata yg terucap dari bibir PW….masalah itu juga tergantung ki.rangga…kalau saya ayah manut saja mana yg terbaik..
      maka ki.GM dengan hati yg berdebar debar….baiklah PW biar nanti ayah yg akan menyampaikan kpd ki. rangga..masalah itu…

      Dalam pada itu ki.rangga dan SM sedang lagi mengenang masa” pertemuannya pertama kali dgn SM ..hayalannya kedua nya memuncak sampai ke ubun ubun kalau seumpama udun mau jebroot dan posisi kepala SM tetap pada dada Ki.rangga malah ki.rsngga merangkulnya dgn rasa kangen yg mendalam…….eeeeeeee tau tau ada yg mengetuk pintu bilik nya…tok tok tok dilambari suara yg pernah dikenalnya…kakang ini aku PW…

      Mendengar suara tok tok yg dapat membuyarkan angan angan kedua nya yg selama ini dipendam…

      Oooooh wangi ….suara ki.rangga sedikit ngos ngosan ..masuklah wangi….oooh masuklah lah mbokayu…sela Sekar Mirah…
      Dengan dibukanya pintu bilik maka PW masuk maafkan aku kakang dan Mirah telah mengganggumu…SM dengan sedikit menundukkan kepala terus menyampaikan pesan Ki.Gede menoreh…kakang ayah ingin ketemu sebentar penting katanya…
      Ooh ya iya wangi….kakang segera kesana…Mirah apa engkau mau ikut….tidak kakang kepalaku pusing dan berat…kata SM..

      baiklah klau begitu kakang bersama PW menemui ki.gede menoreh dan langsung ki.rangga meninggalkan bilik SM…..

      maka dengan wajah kesal dan semrawut pikiran maka ditutup nya pintu bilik ya GLODAG GLODAG…..ooooh sambil berdesah…. nasib nasib walau malem Jum’at akhirnya gagal total Sunnah rosul nya…yaaa seandainya ada ki.araha dan ki.sisol apa bisa yaaa jadi stutmen stutmen itu tu…he he he…akhirnya nya perang tandingnya buyaaaaaar…..

      intinya semua tergantung ki.rangga sedang ki.rangga tergantung ki.araha. .
      .apakah supply jamunya dapat on time…wkwkwk

      Ini RAKIRA LOOO YOOOOO

      • Kalau soal stunt man, pasrah Pak Breng wae aku😜

  38. Waduhh, . . .klu cantrik tua bercerita melihat RAS naik kuda menuju padukuhan induk, bisa2 4 orang yg hatinya kadung panas itu malah menyusul, dengan bekal keyakinan bila berhadapan langsung dg wadagnya RAS akan mudah dikalahkan.

    • Sampun mboten gadah nyali mniko ki PraSan, lha berempat lawan kembaramnya saja gakmenang apalagi ada wadag aslinya yang dilawan, belum lagi yang datang ada pembunuh Swandaru pasti SM dan PW ada dendam juga, juga setelah keterangan cantrik tua, kalo melihat RAS, dengan santai tanpa harus konsentrasi penuh untuk memgndalikan kembarannya saja bisa, soyo bingung pasti hehehehee

      • Masuk akal ini

  39. Ketinggalan gerbong manoreh.. salah nunggu peron.. peron tiga kosong.. sepi..

    • Cantrik tua pasti cerita bahwa RAS udah pulang. Gak pake lama, mereka langsung menyusul ke rumah ki Gede Menoreh utk mengajak bertarung dg raga asli RAS.
      Padahal RAS masih kangen2an dg SM.
      Tentu saja RAS gak bisa pergi spt di tegal. Masing2 dapet lawan. Yg menghawatirkan adalah guru wirapati vs SD. Moga2 mbah Maharsi masih ada sekitar menoreh datang membantu.

  40. Wah kapan nih keluarnya wedaran yg satu bendel. Sdh penasaran gimana kelanjutannya RAS dikeroyok 4 pengecut

  41. Maturnuwun Mbah_Man & Ki.P.Satpam , semoga selalu diberikan kesehatan & keberkahan.

  42. Pada kesempatan mendatang, klu ketemu RAS mau saya bisiki….agar mempelajari Kitab Empu Paharinya Ki Waskita tentang menciptakan bayangan semu, biar dia bisa membuat duplikat virtual dirinya sendiri tidak terbatas 2 orang yg berlandaskan aji kakang pembarep adi wuragil. Dan tentu keren juga klu membuat pangeram-eram dengan menciptakan 1 kesatuan pasukan khusus virtual dan sakti he he he. Saking saktinya RAS trus cerita cepat tamat krn tak terkalahkan secara mutlak, klu duluuuu RAS kan identik dengan Gelut-Menang tapi terluka-Upgrade ilmu-Gelut lagi-Menang terluka lagi-Upgare ilmu lagi. . .

    • itu yang senantiasa kita tunggu2… terakhir udah upgrade tapi belum juga gelut secara serius… he he he….

    • Dulu belum jadi tokoh sakti. Sekarang jadi tokoh sakti karena melewati Ki Waskita, Ki Mandaraka, Ki Jayaraga, dll.

      Penasaran kenapa di synopsis itu setelah melawat ke Perguruan kendali sada lalu mengundurkan diri jadi prajurit. Salah bunuh orang kah ?. Ketemu cewek cantik di sana ?. Ada ada dilema apa ya kira-kira ?🤔🤔🧐

      • kayaknya sih masalah “boyok” ki Sisol… coba kita tanya pendapat Pak Breng… hi hi hi…

        • HEEEEGH. EEEH ki.araha….boyok e Kot CE Kot…….sing kendalisodo tidak bisa ditinggal lama lama…

          ki.rangga mau ke toilet….langsung kakaaaaaang jauh jauh dari ku…
          ki.rangga geraaaak sedikit langsung Rara Anjani kakaaaaaang mau kemana…????

          Lama lama HAHAAAAANG HAU MANAAAAA…
          Pello Pello pello

      • Synopsis nya bisa saja diubah koq ki Sisol biar happy ending, kisah RAS ini sangat mengesankan bahkan waktu luang wedaran yang baru belum keluar, eh bisanya ngulangin wedaran yang kemarin, takut ada yang gak kebaca ngkali hehehehheee
        Tapi apapun hebatnya mbah Man disini, ada kepahlawanan, cerita cinta, bahkan filsafat hidup yang penuh mana, acung jempol untuk beliaunya, semoga sehat selalu, panjang umur dan memdapatkan rejeki yang berlimpah, juga ki SatPam, yang luar biasa bisa ngemong para cantrik se nusantara
        Aamiin

      • Duh, kliru nulis.
        Mau nulis Jalatunda kliru kendali sada. Pantesan muncul alasan soal boyok segala😀😜

      • Setelah melawat ke perguruan jalatunda RAS minta pengsiun. . .mungkin petualangan gelut sdh tdk menantang lg krn dia sdh terlalu sakti tak terkalahkan.
        Spt bermain batminton, karambol, catur dll kalau terus menerus terlalu mudah memenangkan pertandingan rasanya tdk ada lagi grenggg mood semangat tanding he he he

  43. Maturnuwun Mbah Man soho Ki Satpan atas wedarannya, semoga sehat selalu…. Aamiin

  44. STSD-32 halaman 17-18

    Serentak keempat orang itu saling berpandangan. Diam-diam mereka merasa khawatir jika cantrik tua itu sempat melihat mereka berempat dibuat kebingungan dengan ilmu semu Ki Rangga.

    “Tetapi yang aku lihat kemudian benar-benar di luar nalar. Aku melihat Ki Rangga telah menjadi dua.”

    Kembali keempat orang saling berpandangan sambil menarik nafas dalam-dalam. Berkata Ki Wirapati kemudian dengan nada sedikit membentak, “He! Sedari tadi engkau hanya berputar putar! Cepat katakan mengapa engkau sampai tertidur ditengah jalan!”

    “O, maafkan sekali lagi Ki Wirapati,” jawab cantrik tua itu dengan suara gemetar menahan ketakutan yang melanda dadanya. Lanjutnya kemudian, “Aku tidak peduli lagi dengan ujud Ki Rangga yang telah berubah menjadi dua. Saat itu yang terpikir olehku hanya bagaimana aku mendapatkan keuntungan dari peristiwa itu. Aku telah berlari kembali ke jalan dengan maksud untuk mengambil kuda Ki Rangga, kuda yang cukup besar dan tegar.”

    “Dan engkau ternyata sudah tidak mendapatkan kuda itu lagi di tempatnya semula, begitu?” sergah Ki Ageng Selagilang yang segera dapat menangkap kelanjutan cerita dari cantrik tua itu.

    “Ya, ya, benar Ki Ageng,” jawab cantrik tua itu dengan serta merta sambil mengangguk hormat ke arah Ki Ageng, “Kuda itu sudah tidak berada di tempatnya semula, dan yang membuat aku ketakutan adalah, ternyata Ki Rangga sendiri yang membawa kuda itu pergi meninggalkan tempat ini.”

    Berdesir dada keempat orang itu begitu mendengar akhir cerita dari cantrik tua itu. Betapa dada mereka terasa bergemuruh begitu mengetahui ujud Ki Rangga yang asli ternyata telah meninggalkan tempat itu selagi mereka mengadu nyawa dengan kedua bayangan semunya.

    “Luar biasa,” desis Ki Ageng Selagilang dalam hati sambil menarik nafas dalam-dalam, “Agaknya Ki Rangga mampu mengendalikan kedua bayangan semunya sambil berkuda pulang ke padukuhan induk. Tetapi aku yakin, Ki Rangga tetap memerlukan pemusatan nalar dan budi selama berkuda pulang ke padukuhan induk,” Ki Ageng Selagilang berhenti berangan-angan sejenak. Lanjutnya kemudian, “Seandainya saja aku menyadari permainan Ki Rangga sejak awal, tentu aku memilih meninggalkan kedua bayangan semu itu dan mengejar Ki Rangga.”

    Namun semuanya sudah terlanjur dan hanya penyesalan serta perasaan dendam yang tiada taranya dalam dada guru Pangeran Ranapati itu.

    “Ah, sudahlah,” berkata Ki Wirapati kemudian kepada cantrik tua itu, “Engkau dapat meninggalkan kami. Apa yang terjadi di pategalan ini adalah sebuah rahasia, nyawa taruhannya jika engkau sampai membocorkannya. Kita masih tetap akan mencoba menjebak Ki Rangga di lain waktu, tetapi tentu saja dengan cara yang berbeda.”

    Diam-diam cantrik tua itu mengeluh dalam hati. Dia sudah berjasa membawa Ki Rangga masuk ke pategalan, namun yang didapatkannya justru ancaman yang dapat menghilangkan nyawanya.

    Segera saja cantrik tua itu mengangguk hormat sambil berkata, “Maafkan aku sekali lagi Ki Wirapati. Ijinkan aku mengundurkan diri.”

    “Pergilah!” berkata Ki Wirapati kemudian.

    Perintah itu tidak perlu diulangi. Cantrik tua itu pun dengan bergegas segera masuk kembali ke pategalan untuk mencari kudanya yang disembunyikan di salah satu sudut di pategalan itu.

    Sepeninggal cantrik tua itu, Ki Ageng Selagilang segera berkata, “Kita telah tertipu dengan kedua ujud semu Ki Rangga. Seharusnya yang kita kejar adalah ujud aslinya yang berkuda kembali ke padukuhan induk.”

    “Ki Ageng benar,” sahut guru Ki Wirapati sambil mengangguk angguk, “Marilah kita kembali saja. Kita akan membuat pertimbangan-pertimbangan selanjutnya. Aku yakin Ki Rangga tidak akan membiarkan peristiwa yang terjadi di pategalan ini berlalu begitu saja. Sebelum pasukan khusus mendatangi padepokan kita, kita harus menentukan langkah-langkah untuk mendahului mereka.”

    • Mayor sakalangkong ki_ps dan mb_man

      • Mator kok ISO mayor yoooo

    • Maturnuwun mBahMan PSatpam atas wedarannya sehat selalu Aamiin.

    • matur nuwun mbah Man… ki Satpam..atas istiqomah wedarannya. mugiyo tetep pinaringan sehat lan keberkahan… aamiinnn

  45. Matur nuwun Ki Satpam, Mbah Man.. wedaran setelah tarawih.. sinambi udud ngopi.. semoga semua sehat.. aamiin

    • ………..”Sebelum pasukan khusus mendatangi padepokan kita, kita harus menentukan langkah-langkah untuk mendahului mereka.” ………..

      Langsung tancaap, kejar RAS ke rumah Argapati,

      • Lalu ….?😉

      • sepertinya keempat orang tsb tidak mungkin menyusul di padukuhan induk……laaa wong ambekane wes ngos ngosan melayani kedua wujud semu ki.rangga….jadi keempat orang ini pulang ke padepokan wirapati makan malam…katanya ki.ageng selagilang ayoo kita tinggalkan tempat ini ……isi peluru lagi wetengku wes muni kruik kruik….iki sing enak sayur asem pepes tongkol…maknyuuuuus…sambil mengatur siasat lagi…
        tapi hati guru pangeran pati dag dig dug deeeer dan kayak nya ada firasat bisa bisa sebelum kita bergerak…padepokan sdh dibumi hanguskan oleh pasukan elit yg ada di barak..
        yooo yo opo maneh pangeran ranapati nasibmu sdh sampai disini…wes kiro kiro awak e dewe iki AAAAJJJOOOOOR BIN NYUNYUT…..

        tapi ada kesempatan buat kita berempat menyerah dan menggempur trah tembesing madu diantara bukit merbabu dan merapi..
        kemudian guru ranapati berbisik bisik kpd guru wirapati….sakjane urip e awak e dewe berempat iki tergantung coretan” nya mb_man….oooooh iyaaa betul betul kemudian tertawa berzama sama huaaa ha ha ha….sambil nyendok lagi sayur asemnya wkwkwk.

        • Ha ha ha… Tetep durung sido gelut serius….

          • Gelute besok ki_araha Saiki ayooo bubuk meyeng

          • Siap bubuk meyeng……..

        • Hahahaaaaa

  46. Ranapati dan ki ageng selagilang prnasaran ilmunya RAS. sementara tugas dinasnya segera turun utk mrnghancurkan trah seda lepen. Kalau ditinggal menoreh brrmasalah karena belum ada yg bs mengatasi ki agrng selagilang. Gimana ya baiknya. Apa aku ir gua langse minta bantuan Maharsi. Biarkan prajurit sandi yg berangkat

    • Paling bagus koalisi saja. “Ki Ranapati, marilah menghadap Ki Patih Mandaraka. Sudah menjadi tugasku menangkap hidup atau mati dan membawa Ki Ranapati, tetapi jika Ki Ranapati menyerah, aku berjanji tidak akan membawa Ki Ranapati dan Ki Ageng sebagai tawanan……..dst…dst”

      Tapi itu juga baru sebatas tebakan, dan terbukti tebakan berkali-kali salah😜

      • “Ki Ranapati. Ki Patih sudah mendapat bukti dari beberapa telik sandi bahwa memang benar putra Raden Sutawijaya. Tapi waktu itu Raden Sutowijaya belum menjadi raja sehingga sangat ngayawara kalau Ki Ranapati menginginkan tahta Mataram. Mungkin ki Ranapati bisa membuat jasa dengan menumpas pemberontakan trah sekar sedo lepen dan dan berharap kemurahan bebana dari kanjeng Panembahan Hanyakrakusuma…..dst”

        • begitu pangeran ranapati menyerah kemudian ki.patih menyampaikan hal ihkwal kelahiran ranapati…dihadapan ki.patih menunduk…
          Ranapati…kata ki.patih..saya sudah mendapat bukti dari beberapa telik sandi bahwa memang benar anakmas ini putra Raden Sutawijaya. Tapi waktu itu Raden Sutawijaya belum menjadi raja sehingga sangat ngayawara kalau Ranapati menginginkan menduduki tahta Mataram. ..itu tidak mungkin….hal yg mustahil kepala ranapati semakin menunduk…dan sebaiknys anakmas ranapati kembali ke cepaga untuk memakmurkan rakyat di cepaga

          atau Mungkin Ranapati ingin turut menfarma baktikan kpd mataram dan menumpas pemberontakan trah sekar seda lepen yg mengaku rembesing madu liar dan berharap kemurahan bebana dari kanjeng Panembahan Hanyakrakusuma…..cepaga dijadikan tanah perdikan.
          ….lalu ranapati menjawab ..baiklah ki.patih kalau begini hamba sudah jelas tatanan yv ada di mataram ..dan hamba akan mendukung raja mataram yg baru dilantik…

          syukurlah kalau begitu desah ki.patih…
          untuk kelanjutannya wow wow wow too long.

          itu RAkiRA looo yoooo

          sambil nunggu tuitannya pak sep…semboyan telok lemak..

      • Mereka berdua nggak diikat pas menghadap

        • Pangeran ranapati..justru ingin berguru pada ki rangga…dan penasaran krn gurunya tdk mampu mengungkap ujud semunya ki rangga🏋️‍♂️🏋️‍♂️🏋️‍♂️.namanya aja pangeran..banyak maunya..

          • Ki rangga spt dah ogah gelut…lagi..apalagi sampe ada korban jiwa…krn pengaruh sunan muria…tingkat ke walian nya ..sdh level dewa…paling jadi penengah yg bijak..menyadarkan orang2..yg sdh kblinger…

  47. Menunggu lagi mbahman dan pak satpam Irak utik laptop. Wkkwkw

    • Ki Rangga belum mencoba melontarkan ilmu dg ketiga wujud yg berbeda juga dg lontaran ilmu yg berbeda diwaktu yg bersamaan .

      • Hadiiirr..
        Nengga wedaran saking Ki SP dalah Mbah man..
        Sinambi nyruput ….

  48. Sik sepi…..

    Nggawe wdang disik.

    hi hi hi ……

    • Gawe wedang cukup 10 menit…
      Langsung prrriittt… Josss…josss. jooosss

    • Mulih trawehan, siap.

    • Mampir inguk inguk, ternyata blm meluncur gerbong nya

      • Semboyan Telok lemak laaa siiiiaaaap Ki_ps…segera di LUNCRUTKEN gerbonge…inivsdh ada nda tanda bubuk meyeng…

        Tuuuuuuiiiiiiiit
        Tuuuuuuiiiiiiiit
        Tuuuuuuiiiiiiiit

      • Waktu sdh lewat … eng ing eng … Argo Menoreh siap2 berangkat … penumpang sdh berjubel di stasiun … tuit … tuit … jess … jess … jess …

  49. STSD-32 halaman 19-20

    “Aku setuju!” geram Pangeran Ranapati yang sedari tadi hanya diam saja. Agaknya dia masih belum dapat mempercayai dengan apa yang baru saja terjadi. Lanjutnya kemudian, “Kita segera kembali ke padepokan dan membicarakan langkah-langkah selanjutnya sebelum Ki Rangga mendahului kita.”

    Yang lain pun tampak mengangguk angguk. Sejenak kemudian keempat orang itu sudah berada di atas punggung kuda masing-masing dan berderap kembali menuju ke padepokan Wirapati.

    Sepanjang perjalanan tidak ada satu pun yang berbicara. Masing-masing sedang tenggelam dalam angan-angan mereka untuk rencana-rencana ke depan. Benak mereka benar-benar sedang dipenuhi oleh nafsu untuk membalas dendam kepada Ki Rangga.

    Sesampainya mereka di padepokan Wirapati, malam baru saja menjelang sirep bocah. Setelah menyerahkan kuda-kuda mereka kepada para cantrik penjaga regol, keempat orang itu pun segera menuju ke pendapa.

    Setelah terlebih dahulu mencuci kaki-kaki mereka yang kotor dan membasuh muka agar sedikit segar dari air gentong yang disediakan di salah satu ujung tlundak pendapa, keempat orang itu pun kemudian memasuki pringgitan.

    “Silahkan Pangeran, silahkan Ki Ageng,” berkata Ki Wirapati kemudian sambil mengambil tempat duduk. Sedangkan gurunya kemudian ikut duduk di sebelahnya.

    Sebelum keempat orang itu memulai pembicaraan, tiba-tiba pintu yang menghubungkan ruang tengah dengan pringgitan berderit terbuka. Seorang gadis cantik berkulit sedikit gelap yang sedang beranjak dewasa tampak membawa nampan besar berisi minuman dan makanan.

    Tiba-tiba dada Ki Wirapati berdesir tajam ketika sekilas pandangan matanya melihat sepasang mata Pangeran Ranapati itu menatap tajam ke arah Ratih, putri satu satunya yang sedang bersimpuh sambil menghidangkan makanan dan minuman. Tatapan sepasang mata laki-laki dewasa yang sedang tertarik kepada seorang gadis yang sedang beranjak dewasa dengan segala kelebihannya.

    Diam-diam Ki Wirapati khawatir melihat gelagat yang kurang pada tempatnya itu. Dia sadar sesadar sadarnya bahwa keinginan seorang bangsawan yang masih Trahing Kusuma Rembesing Madu sangatlah sulit untuk ditolak. Sebagai orang tua Ki Wirapati hanya dapat berdoa semoga apa yang dilihatnya sekilas tadi hanyalah kekaguman sesaat dari seorang Pangeran kepada gadis kecilnya dan mudah mudahan tidak akan ada kelanjutannya.

    “Silahkan Pangeran, silahkan Ki Ageng,” berkata Ki Wirapati kemudian sepeninggal putrinya masuk ke ruang dalam.

    Kemudian sambil berpaling dan mengangguk ke arah gurunya yang duduk di sebelahnya, Ki Wirapati pun tersenyum dan berkata, “Silahkan guru.”

    Gurunya hanya tersenyum dan balas mengangguk. Sejenak kemudian tampak keempat orang itu sedang menikmati minuman hangat dan beberapa potong makanan. Ketika Ki Wirapati kemudian menawarkan untuk makan malam yang telah disiapkan di ruang tengah, ternyata Ki Ageng dan Pangeran Ranapati telah menolak.

    “Sudah cukup Ki Wirapati,” berkata Ki Ageng sambil tersenyum, “Sebaiknya kita segera membicarakan rencana kita ke depan untuk mempersiapkan segala sesuatu yang mungkin dapat terjadi dalam waktu dekat ini.”

    “Ki Ageng benar,” sahut guru Ki Wirapati, “Kita harus bertindak cepat. Aku yakin besuk pagi Ki Rangga pasti akan ke barak lagi dan tidak menutup kemungkinan Ki Rangga akan menggerakkan pasukan khusus untuk meluluh lantakkan padepokan ini.”

    Segera saja wajah-wajah dalam ruangan itu menjadi tegang. Jika apa yang disampaikan guru Ki Wirapati itu benar-benar terjadi, tentu mereka akan mengalami kesulitan.

    “Aku tidak yakin jika Ki Rangga akan bertindak setergesa-gesa itu,” berkata Ki Ageng Selagilang kemudian setelah sejenak mereka terdiam, “Menggerakkan pasukan tentu harus melalui pertimbangan-pertimbangan. Sebelum mengetahui gambaran kekuatan lawan dengan jelas, Ki Rangga tidak mungkin akan mengerahkan kekuatan untuk menyerang padepokan ini. Ki Rangga pasti akan mengerahkan telik sandinya terlebih dahulu untuk mengintip kekuatan kita dan itu pasti memerlukan waktu,” Ki Ageng berhenti sejenak. Lanjutnya kemudian, “Jadi kita sekarang berpacu dengan waktu. Selagi Ki Rangga mengerahkan prajurit sandinya untuk mengetahui kekuatan kita, kita harus mendahului Ki Rangga. Kita serang kediaman Ki Gede Menoreh hanya dengan kekuatan inti kita saja.”

    • Mator sakalangkong ki_ps dan mb_man
      Semoga sehat selalu Aamiin

      • Oh ternyata Pak Breng masih monitor ya… saya pikir sudah bubuk meyeng….

    • Kenapa nggak pakai drone saja ya ?.
      Langsung melesat ke TKP lalu menembakkan rudal😉

    • Jangan dianggap remeh ki.ageng selagilang….ente belum tau pasukan segelar sepapan sdh siap dan tumenggung singaranu sdh tau keberadaanmu yg akan menggoyang menoreh yoooo…

      Menoreh TDK usah digoyang ki.agengselagilang….bakalan ente yg akan digoyang oleh dua perempuan paro baya..
      Siap siap ente dibumi hanguskan oleh goyangan pandan wangi dan Sekar Mirah….apa RakiRa ngente ngatasi yaaaa wkwkwk

    • Ngaturaken panuwun dumateng..ki PS lan mbah man….mugi tansah pinaringan kasarasan lan karahayon….

  50. Waaahh… bakalan dilanjut kegiatan dingkik-mendingkik nih….

    • Nggak jadi ndingkik malah kedingkik duluan

      • Kakean dingkik mendingkik akhire kedengkek wkwkwk

        • Berani menyerang ke kediaman ki gede menoreh…..
          Dgn kekuatan inti….!
          Yg sakti di padepokan berapa orang…..?
          Di rumah ki gede…ada
          1.Ki gede menoreh
          2.nyi pandan wangi
          3.sekar mirah
          4.ki sabdo dadi
          5.roro wulan
          6.ki RAs ( 3 )
          7.bila di panggil ( ki wisanata lan nyi dwiyani )
          Belum para pengawal pilihan..
          Dan pasukan khusus yg di pqnggil mendadak…
          He..he…he….itung itungan kekuatan bila perguruan wirapti menyerang ke rumah ke gede menoreh….

          • SD kan rencana ndingkik ke perguruan wirapati

            RW hamil tua


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: