REKAM JEJAK PADEPOKAN

Saat ini sepertinya puluhan bahkan mungkin ratusan website yang mengunggah ADBM, bahkan karena selesainya cerita ADBM yang menggantung sehubungan berpulangnya “sang legenda” SH Mintardja (SHM) membuat banyak orang melanjutkan ceritanya sesuai dengan imajinasinya masing-masing. Tidak mengulas website yang lain, saya coba menuliskan jejak sejarah beberapa padepokan yang saat ini dibawah kendali saya, “Ki Arema”, agar diketahui oleh para “cantrik” baru.

Berawal dengan selesainya wedaran ADBM di https://adbmcadangan.wordpress.com yang awalnya dipandegani oleh Ki Gede, kemudian dilanjutkan oleh Nyi Senopati dan Ki Sukra. Ketiga orang itu hanya samar-samar saja saya kenali (hanya mengira-ira, tetapi tidak pasti). Ada keinginan beberapa pihak untuk melanjutkan mengunggah karya SH Mintardja yang lain di adbmcadangan, tetapi pendahulu ADBM cadangan tidak mengijinkan. Dengan ijin para pendahulu ADBM saya membuat PELANGISINGOSARI di https://pelangisisingosari.wordpress.com untuk mengunggah serial Pelangi di Langit Singosari. Jilid pertama diunggah pada tanggal 1 Desember 2009). Beberapa waktu kemudian (Januari 2010) Ki Ismoyo bermaksud mengunggah karya SHM yang lain dengan mendirikan “padepokan” Gagakseta di https://cersilindonesia.wordpress.com . Selain karya SHM beliau juga mengunggah karya penulis lain seperi Herman Pratikto dan Jatilaksana. Setelah selesai mengunggah semua Koleksi buku milik beliau, Ki Ismoyo mulai tidak aktif dan mengundurkan diri padepokan dan minta kepada saya untuk melanjutkan “kehidupan” padepokan ini.

Pada awalnya kedua “Padepokan” tersebut hanya mengunggah hasil scan dan/atau dokumen hasil konversi ke doc/pdf. Untuk memfasilitasi pembaca lain yang mulai kesulitan mencari naskah yang “disembunyikan” dan format djvu yang asing bagi cantrik baru, maka dibuat lagi dua “padepokan”. Satu padepokan khusus mengunggah Api di Bukit Menoreh versi teks yang kemudian juga diisi lanjutannya dari karya Panembahan Mandaraka. Padepokan tersebut adalah ADBM2011 di https://adbm2011.wordpress.com. Satu “padepokan” lagi dibuat untuk mengunggah versi teks serial Suramnya Bayang-bayang di https://kalamerta.wordpress.com. Perkembangan selanjutnya, karena banyaknya karya SHM, maka dibuat lagi satu “Padepokan” yang berisi versi teks sebagai ruang baca karya SH Mintardja di http://serialshmintardja.wordpress.com .

Ada satu “padepokan” lagi sebagai “sempalan” dari Padepokan Pelangisingosari yaitu https://dongengarkeologi.wordpress.com/ untuk mewadahi dongeng arkeologi karya Ki Bayuaji yang dituliskan di “box comment” saat serial Pelangi di Langit Singosari (PdLS) diunggah. Dengan selesainya wedaran PdLS, maka berhenti juga unggahan naskah di padepokan ini.
Dengan begitu ada enam padepokan yang berada dibawah kendali “Ki Arema”, yaitu:
1. https://pelangisisingosari.wordpress.com
2. https://adbm2011.wordpress.com
3. http://serialshmintardja.wordpress.com
4. https://cersilindonesia.wordpress.com
5. https://kalamerta.wordpress.com/
6. https://dongengarkeologi.wordpress.com/
Meskipun demikian, hanya satu yang aktif, yaitu Padepokan Gagakseta yang masih mengunggah karya Panembahan Mandaraka.

Padepokan Pelangisingosari vakum semenjak meninggalnya Ki Kompor/Ki Sandikala ang meneruskan serial Pelangi di Langir Singosari yang terhenti di Hijaunya Lembah dan Hijaunya Lereng Pegunungan di jilid 118. Padepokan lain hanya sekali-sekali ditengok untuk menjawab beberapa komen yang perlu dijawab dan/atau ada permintaan ralat naskah yang sudah diunggah. Dongeng arkeologi, dibuang sayang, karena meski sedikit masih saja ada yang membaca.

Meski aktif, tetapi sebenarnya penggemar mbah_man tidak terlalu banyak. Jumlah klik pada awalnya 40K- 50K perbulan, dengan rata-rata perhari 1.5K-2K klik. Masih dibawah ADBM2011 dengan kisaran 75K-100K. Jumlah ini jauh lebih rendah dari jumlah klik di serialshminardja yang mencapai kisaran 160K-210K. Padepokan pelangisingosari menjadi kurang diminati lagi pasca meninggalnya Ki Sandikala, dengan 10K-15K per bulan. Grafik kunjungan per bulan mulai Januari 2019 sampai April 2020 di setiap padepokan bisa dilihat di gambar.

Peminat ruang baca SHM (serialshminardja) memang luar biasa, meski jarang diawasi pengunjung relatif stabil 140K-200K, meskipun pada bulan terakhir sudah disalip Padepokan Gagaksetaa (cersilindonesia). Peringkat pada awalnya kedua ADBM2011 peringkat kedua berkisar 90K-100K, tetapi sejak bukan Oktober sudah disalip oleh Padepokan Gagakseta.

Yang luar biasa adalah perkembangan kunjungan (klik) di Padepokan Gagakseta, dari semula rata-rata 40K-60K pada bulan terakhir sudah hampir mencapai 200K. Keajegan wedaran rupanya menjadi kunci jumlah kunjungan ke padepokan ini. Selain jumlah kunjungan, jumlah komentar juga mulai meningkat lagi dengan munculnya “cantrik” baru. Hampir setiap hari muncul “cantrik” baru yang menuliskan pesan.

Terima kasih yang telah meramaikan “padepokan” ini. Mohon doanya agar Panembahan Mandaraka (mbah_man) dan saya sendiri (Ki Arema) tetap sehat untuk kelanjutan wedaran.

Dalam mengelola padepokan ini, saya dibantu P. Satpam dan Putut Risang, yang dalam perjalanan waktu masing-masing sudah memiliki kesibukan sendiri sehingga tidak bisa lagi ikut “mandegani” padepokan. Dengan sisa tenaga dari tugas utama, kami (Panembahan Mandaraka dan saya sendiri) berusaha tetap menghidupkan padepokan ini.

Semoga wedaran di padepokan ini bisa menjadi teman dalam menjalani Work on Home saat Pandemi covid-19 ini. Mudah-mudahan Pandemi covid-19 segera berakir, dan kita semua dijauhkan dari paparan covid-19 tersebut. Aamiin….

Nuwun

Lereng Gunung Kawi, Mei 2020

Published in: on 01/05/2020 at 21:53  Comments (3)