Dongeng Punakawan

On 08/10/2013 at 19:52 punakawan said: |Sunting Ini

Nuwun,

Situs Megalitik Gunung Padang Cianjur

Katur Ki Anto, [On 08/10/2013 at 06:51 Anto said].
Mohon maaf baru sempat membaca komentarnya.

……..

Situs Gunung Padang, terletak di Desa Karyamukti Cimenteng, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, merupakan situs megalitik yang luar biasa.

Lokasi situs ini kurang lebih berjarak 45 km dari kota Cianjur, atau berjarak 165 km dari Jakarta, sedangkan jika dari Bandung sekitar 110 km. Koordinat situs: 6°59,664′ LS 107°3,375′ BT.

Situs Gunung Padang merupakan punden bangunan berundak peninggalan jaman prasejarah. Diduga situs ini merupakan salah satu situs megalitik terbesar di Asia Tenggara.

Situs Gunung Padang terletak di puncak bukit yang dikelilingi oleh lembah-lembah dan perbukitan. Di sebelah tenggara terdapat Gunung Melati, di sebelah barat daya terdapat Pasir Empat dan Gunung Karuhun, di sebelah barat laut terdapat Pasir Pogor dan Pasir Gombong, dan di sebelah timur laut terdapat Pasir Malang.

Butuh waktu lama untuk mengetahui berbagai hal di Gunung Padang. Di antaranya penelitian asal batu Gunung Padang, yang sampai sekarang masih jadi misteri, yang sedikit demi sedikit sudah diketahui, juga tentang keberadaan rongga atau ruangan yang ada di dalam Gunung Padang.

Hingga kini proses ekskavasi dan pengupasan Gunung Padang tidak mengalami kendala, dan kegiatan masih terus berlanjut. Lereng timur dan lereng utara Gunung Padang menjadi lokasi penelitian dan ekskavasi lanjutan.

Diyakini kedua lerengnya terdapat struktur buatan manusia yang dibangun sekira tahun 500 Sebelum Masehi (SM), Selain itu, akan terus dilakukan penelusuran struktur yang usianya lebih tua, kira-kira 5900 SM.

Struktur tersebut baru ditemukan saat melakukan ekskavasi di lereng timur pada Februari 2013. Yang lebih mengejutkan, ditemukannya semacam adonan yang disebut sebagai semen purba.

Banyak temuan yang sangat berharga bagi sejarah dan kelangsungan hidup bangsa ini, yang ditinggalkan oleh para leluhur kita yang telah menghuni kawasan Nusantara (khusunys Tatar Sunda), sejak ribuan tahun silam.

Hal yang perlu menjadi perhatian semua pihak, tidak hanya kami para peneliti, adalah tetap ada upaya untuk menjaga dan melestarikan situs Gunung padang dengan kegiatan nyata yang maksimal.

Rumor beredar bahwa di Gunung Padang tersimpan harta karun yang melimpah. Dipandangan awam harta karun adalah emas, intan dan sejenisnya. Hal ini harus diwaspadi, ternyata tidak kurang beberapa fihak yang merasa mempunyai wewenang dan sekan-akan ikut bertanggung jawab, ikut ambil bagian di dalam penelitian, yang akhirnya dilarang.

Belum lagi sikap beberapa warga yang mencurigai para peneliti, seperti kejadian yang menggemparkan yang terjadi belum lama ini.

Beberapa warga mencurigai kami para peneliti, lima warga setempat mendatangi lokasi, maka terjadilah perkelahian, mereka menyangka Gunung Padang akan dirusak.

Oleh sebab perkelahian tersebut mereka kemudian ditahan oleh pihak berwajib, tetapi tak lama sesudahnya mereka dibebaskan.

Perkelahian dilatarbelakangi adanya bunyi letusan petasan di Gunung Padang, sedangkan ledakan itu sendiri adalah hal yang lazim dilakukan oleh para peneliti sebagai bagian dari metode tomografi.

Petasan yang diledakkan digunakan untuk mengetahui isi dari Gunung Padang.

Apa sih metode tomografi itu?

Tomografi adalah teknik untuk menghasilkan citra tampang lintang atau struktur internal suatu obyek tanpa harus membuka atau merusak bagian luar dari benda tersebut. Contoh paling mudah dimengerti adalah foto sinar X.

Tetapi untuk mengetahui isi perut bumi, lazim digunakan ledakan secukupmya seperti dengan menggunakan petasan, yang suaranya menembus bumi, kemudian gema suara yang dipantulkan diproyeksikan pada satu peralatan khusus, sehingga dapat dianalisis.

Mereka para warga itu mengira, Gunung Padang akan dirusak. Alhamdulillah, setelah diberi pengetahuan yang cukup, mereka menjadi faham, sehingga para penelti dapat bekerja dengan tenang.

Untuk diketahui, bahwa semua kegiatan pada situs Gunung Padang ini dikordinasikan oleh Staf Khusus Presiden Bidang Sosial dan Bencana sekaligus sebagai Koordinator Tim Riset Mandiri Gunung Padang.

Mudah-mudahan informasi ini bermanfaat bagi sanak kadang semuanya.

Nuwun,

punåkawan

Laman: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52

Telah Terbit on 23/08/2013 at 13:37  Comments (24)  

The URI to TrackBack this entry is: https://cersilindonesia.wordpress.com/dongeng-punakawan/trackback/

RSS feed for comments on this post.

24 KomentarTinggalkan komentar

  1. Kulo ndherek ngangsu kawruh Ki
    kepareng nyantrik wonten ngriki
    namung wonten semangat …..
    (kadose kok kawulo teksih piyambakan)

    • Dongeng Punakawan

      On 13/03/2014 at 07:53 punakawan said:

      Nuwun

      NEGERIKU NUSANTARA INDONESIARAYA (IV)
      © Punakawan Sang Botjah Angon

      ………………………………………………………………………………..
      …………………………………………………………………………………….
      …………………………………………………………………………………….

      ånå toêtoêgé

      Nuwun

      punåkawan

      Sumånggå Adimas Putut Risang ….Sumånggå Ki Punakawan……

      …kadose mpun titiwancine………menyambut hari jadi Kemerdekaan
      Negara Kesatuan Republik Indonesia…..

      ….hehehe……

  2. Sumånggå Ki

  3. Ki Haryo Paran mbotên piyambakan Ki, Ki Haryo Paran dipun réncangi 4 punåkawan Sêmar, Pétruk Garèng lan Bagong, ingkang imut-imut lan lucu lho. 🙂

  4. nggih Ki Puna, sambil menunggu babaring bagian 4, he he he …..

  5. Makin nyaman Ki Puna, dah punya gandhok sendiri.
    Matur nuwun….

  6. Lanjutannya belum ya Ki Puna?
    Gak apa2, enak di akhir pekan saja biar waktunya agak longgar untuk mencerna ceritanya.

  7. lintang kemukus…..
    klo disini dianggap simbol pageblug… klo dibarat sana dipercaya dpt mengabulkan harapan….

  8. Nyuwun Sewu.
    Kulo gadhah usul, menawi ki Punakawan kerso nglanjutaken caritho “Hijaunya Lembah Hijaunya Lereng Pegunungan – SH Mintardja” engkang dereng paripurno.Setunggal meleh nyuwun ngapunten kalepatan kulo menawi usul kawula mboten dados ati kagem ki Punakawan lan kadang cantrik mentrik sedoyo. Matur suwun.

    • lho…..
      sampun wonten kok Ki Karijadi, silahlan kunjungi http://pelangisingosari.wordpress.com/HLHLP-119/ yang ditulis oleh Ki Kompor.

      jilid awal memang agak kaku, tetapi jilid-jilid berikutnya sudah mulai enak dibaca.

      tamat jilid 119, terus dilanjutkan dengan Sang Fajar Bersinar di Bumi Singosari, diteruskan dengan Kabut di Bumi Singosari, dan yang terakhir yang sedang berjalan, Tapak-tapak Jejak Gajah Mada, sedang jalan di jilid 5.

      coba diubek di http://pelangisingosari.wordpress.com

      • Katur Ki Karijadi,

        Matur nuwun kawigatosanipun Ki.

        Ada penulis dongeng berlatar belakang sejarah sebagai kelanjutan HLHLPnya Ki Dalang SH Mintardja, yang lebih mumpuni daripada saya Ki.
        Beliaunya sudah disebut oleh Adimas Putut Risang.

        Adapun saya cuman tukang gali tanah, yang sering tanya-tanya (sendiri :))

        Apa sih mangsudnya para orang-orang dulu bikin prasasti, candi, pyramid, umpak, patung lan sapituruté……….. mbingungi wong saiki

        Sumånggå Ki.

        Nuwun

        punåkawan

      • oh nyuwun ngapunten kawulo, ngertosepun gandok adbm kalehan gadhahipun ki punakawan. matur suwun

        • @ Ki Karyadi,

          Yang bahurêkså gandhok bukan saya Ki. Saya cuma seorang punåkawan.

  9. Alhamdulillah, dah punya gandok sendiri…
    daripada di protes terus…

    • senyum 🙂

      bukan diprotes kok jeng

      • ikutan senyum 😛 😛 😛

        • Saya sangka Adimas Putut Risang mau ikutan protes senyum lho.
          Tibaké malah ikutan senyuummmmmmm.

          Kalau senyum sudah diprotes juga. Lha gimana yaaaa
          Hiks…..

          • Kalau senyum diprotes, mendingan ketawa sekalian Ki Puna, he he he …..

  10. Nuwun

    Matur nuwun Dimas Risang, rontal-rontal sudah ditempatkan di tempatnya.

    Kepada sanak kadang, rontal-rontal tulisan saya ini bebas dicopy-paste, dan nggak usah mbayar, gratissss, asal dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk sesama.

    Untuk diketahui saja, bahwa di gandhok maya sini, gratis, ngopynya juga nggak memerlukan waktu lama.

    Berbeda dengan di dunia nyata, untuk “ndongeng” satu episode memerlukan waktu lama, bisa setahun atau lebih, lagi pula nggak gratisan, sebab kalo ndongeng, punåkawan dibayar mahal (mbayarnya pake uang juga). 🙂
    Tapi di sini punåkawan nggak minta bayaran. Sungguh !!!

    Nah åpå ora kêpénak di sini.

    Sumånggå

    Nuwun

    punåkawan

    • maturnuwun ki puna… moga keikhlasan ki puna mendapatkan pahala yg berlimpah…

  11. maturnuwun ki puna… moga keikhlasan ki puna mendapatkan pahala yg berlimpah…

  12. kula nuwun ki puna… kok sudah lama nggih ki puna tidak rawuh dhateng padepokan?
    apakah sedang sibuk ?
    mdh2an ki puna selalu dalam keadaan sehat wal afiat…

  13. matur nuwun kagem :
    Ki Punakawan
    lan
    jajaran pengasuh blog gagakseta.

    kulo nderek ijin ngangsu kawruh elmu sejarah
    ingkang adiluhung. mboten sembarangan tiyang saget ngaturaken kados ki Punakawan.
    ilmiah sanget.

  14. Hayu, Hayu, Hayu ….
    Mohon maaf saya pakai bahasa persatuan bahasa Indonesia dikarenakan perbendaharaan bahasa Jawa saya yang masih sangat kurang, meskipun saya asli tiyang Jawi, hehehe…. takutnya nanti jadi kurang sopan.
    Saya sangat mengapresiasi sekali tulisan2 di blog ini. Sejak lama sebenarnya saya sudah mengikuti blog ini (dan juga blog ADBM dan PDLS), namun sebatas sbg silent reader kemawon, terutama untuk mendownload koleksi buku2nya alm SH Mintardja (sebatas untuk koleksi bacaan pribadi). Melalui komen ini saya ingin berterima-kasih yang sebesar2nya. Ngapunten baru sekarang sempat mengucapkannya (menulis komen tepatnya).
    Sekaligus juga dengan ini saya mohon ijin untuk mengcompile tulisan2 pribadi panjenengan yang ada di sub-menu “Dongeng Punakawan”, saya jadikan satu file utuh ebook (format epub). Tentu saja masih dengan komitmen beretika untuk tidak mengkomersialkannya, hanya sebatas untuk koleksi pribadi, agar mudah bagi saya untuk membacanya lagi secara offline di kemudian hari
    Mekaten…
    Semoga berkenan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: