Deb-02

balik ke Deb-01>>|lanjut ke Deb-03>>

Laman: 1 2 3

Telah Terbit on 24/08/2011 at 11:30  Comments (45)  

The URI to TrackBack this entry is: https://cersilindonesia.wordpress.com/deb-02/trackback/

RSS feed for comments on this post.

45 KomentarTinggalkan komentar

  1. Monggo DEB_02 di halaman 2………

    • uuuueeeh DEB_02
      matur nuwun ki Ismoyo.

      • Matur suwun Ki Is …. langsung ngunduh ….

        • Ki Is Matur suwun …. ngunduh langsung ….

    • DEB_03 dihalaman mana nJih, Ki Is …. nganti mumet kok dereng kepanggih …..

      • dihalaman 3 ki….cepetan sitik nanti keBURU mingsep…!!??

      • deb_03 tinembe dipun anggit Ki Rangga…..he he he.

  2. Assalamu’alaikum, selamat siang…
    numero telu..

    • Waalaikumsalam wr wb, selamat siang non
      numero opat

      • Siang Ki Wiek, lagi ngopo?
        Mudik ra? eh posisi Ki Wiek dimana sech?

        • Insya allah, mudik non.
          Wualah seprono seprene jebule durung ngerti to…
          di Kota kembang ni kata orang, padahal sekarang kembange wis enthek.

          • jebul ki Wiek ning kota kembang toh,..tangga dewe tiba’e !!??

        • aku ra ditakoni yo ra po po
          sing penting disangoni

          • disangoni yo ra po po….sing penting
            aku ra ditakoni,

          • nomer genep….

          • Disangoni slamet ya…

          • Matur nuwun….
            Selamat sampai ditujuan…
            bukan mas slamet …
            hikss

          • tapi mas kart….eh..karebet !

  3. Asyiknya..

    Deb 2 di hal. 2
    Deb 3 di hal. 3
    Deb 4 di hal. 4..

    Maturnuwun, Ki Ismoyo.. Lagi mengikuti jejaknya putri Lurah mbak Ambari yang modis…

  4. Negeri 5 menara
    Man jadda wa Jada,
    Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil.
    Buku pertama dari seri Negeri 5 Menara

    Ranah 3 warna
    Man sabara zafira,
    Siapa yang bersabar akan beruntung.
    Buku ke dua dari seri Negeri 5 Menara.

    Andy F. Noya, host talkshow KickAndy

    “Kisah inspiratif dengan selipan humor khas pondok. Jarang ada novel yang bercerita tentang apa yang terjadi di balik sebuah pondok yang penuh teka -teki. Buku ini sarat dengan vitamin bagi jiwa kita.”

    KH Hasan A. Sahal, Pimpinan Pondok Modern Gontor, Ponorogo

    Novel ini bercerita bahwa ”pesantren kemasyarakatan” bebas mendidik anak bangsa dalam keislaman dan keilmuan. Alumninya dengan menumpang ”perahu moral” bisa melesat ke seantero bumi Sang Pencipta, untuk bermanfaat, bukan hanya dimanfaatkan. Semoga pembaca cerdas dan jujur menggali nilai-nilai fitri manusiawi darinya. Selamat menikmati.

    Menurut saya, cerita bagus, jujur, natural dan yang penting enak dibaca…bukan promosi…he he sekali-kali boleh donk yang lain, tidak melulu cersil…hiks.

    Buku pertama sudah tamat dibaca dan sudah banyak yang upload, sementara buku kedua “Ranah 3 Warna” masih menggeletak di tempat tidur (…he he he sprei durung sempet dicuci), belum sempat membaca, masih sedikit sibuk dengan kegiatan di masjid, apalagi scanning.

    • Ki Ismoyo, ada kisah silat di dalamnya nggak? he he…

      Oh ya, Deb 02 hal. 56 sama dengan hal. 79.. Hal. 56 aslinya hilang? Mungkin diumpet ke Ki Satpam…

      • Oh iya ya Ki,….saya malah kurang gathek-ke….he he he.

        Nggak ada Ki Anatram… cerita seseorang dari Maninjau Sumatera barat dari MTs ingin masuk ke sekolah umum SMA lanjut ke ITB ingin seperti pak Habibie, tapi karena mengikuti kehendak orang tua akhirnya atas saran pamannya di Mesir, nyasar di pondok pesantren Gontor…sekolah yang awalnya tidak diminati, malah membawa suatu keberhasilan melanglang jagad. Walau penuh dinamika suka dan dukanya.

        • Mirip kisah Ki Alghor..?

          • kisah Ki Alghor..? Mirip

          • Ki Alghor..? Mirip kisah

          • Halah…banyak beo…

        • Wah boleh tuch jadi referensi buku bacaan..
          tapi itu kacamata kog ya ngikut difoto?

          • itu tanda…..si kacamata lagi baca buku,
            yang punya kacamata lagi foto buku….!!??

            hiksss,

          • Wah boleh tuch jadi referensi buku bacaan..
            tapi itu difoto kog ya kacamata ngikut ?

  5. Kagem Ki Truno Prenjak,

    Ngaturaken

    SUGENG TANGGAP WARSA

    mugio tansah antuk nugrahaning Gusti Ingkang Akarya Jagad
    widodo rahayu, kalis ing sambikala

    • Amin..amin.. Ndherek mangayubagyo kagem Ki Truno Prenjak…

      wah Kue ulangtahun nya nunggu buka, Ki Truno Prenjak…

      • cantrik dherek mengucapkan :

        SELAMAT ULANG TAHUN Ki Truno Prenjak
        24 Agustus 2011

        semoga tetap sehat, murah rejeki dan semakin sukses.
        terima kasih atas sumbangan rontal2 ki TP

        cantrik

        • cantrik ugi dherek mengucapkan :

          SELAMAT ULANG TAHUN Ki Truno Prenjak
          24 Agustus 2011

          semoga tetap sehat, murah rejeki dan semakin sukses, amiin.

        • Selamat ulang tahun ya….
          Semoga ALLAH SWT selalu memberikan yang terbaik
          untuk Ki Truno Prenjak & Keluarga…
          Amin ya Robbal Alamin…

          • SELAMAT ULANG TAHUN Ki Truno VIRGO Prenjak

  6. Sambil menunggu deb-03 :
    Alkisah ada seorang raja yang pekerjaannya adalah berburu binatang di hutan sedangkan memimpin dan mengendalikan kerajaannya di negeri entah berantah hanyalah sekedar hobi. Pada suatu hari yang cerah berangkatlah sang raja ke hutan rimba yang biasa menjadi area perburuannya dengan membawa serta pasukan kerajaan sebanyak 2 SSK. Sayang sekali, untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, hari sudah hampir senja tak satupun binatang buruan berhasil ditangkap. Sang raja berpendapat, mungkin karena maha patih dan para punggawa ini selalu bergerombol membututinya maka tak ada buruan yang melintas ataupun berani mendekat. Akhirnya raja memutuskan bahwa raja dan semua rombongan tanpa kecuali harus berpencar memaksimalkan upaya untuk mendapatkan buruan sebelum hutan rimba benar-benar menjadi gelap. Singkat cerita, maha patih yang terus merangsek jauuuh ke dalam hutan tiba-tiba dikejutkan dengan semak perdu serta segerumbul tumbuhan yang bergerak-gerak dan gemerisik, lalu tanpa berpikir dua kali (berpikir sekali, mungkin buruan ini rusa) maka melesatlah anak panah melalui busurnya, tiba-tiba …
    ” wadooow …, busyeeet siapa yang berani memanah jempolku ?!” erang sang raja kesakitan. Maha patih tergopoh-gopoh menghampiri belukar yang rimbun itu dan menyaksikan raja sudah terkapar dengan anak panah masih menancap di jempol kanannya yang berdarah-darah.
    ” ampuuuuun baginda, hamba tidak sengaja …, hamba kiraaa …” penyesalan maha patih tidak didengar karena raja sibuk dengan raungannya ketika tim P3K-nya dengan hati-hati mencabut anak panah dan memberikan tindakan pertolongan pertama.

    Alhasil, ibujari raja harus diamputasi dan maha patih mendapat ganjaran masuk penjara. Kejadian tersebut tidak membuat raja kapok, setelah kondisinya membaik maka raja melakukan evaluasi dan kembali pergi berburu dengan hanya membawa 1 regu punggawa yang berkualifikasi excellent. Hutan sasaran berada di sebelah selatan kerajaan yang belum pernah dikunjungi raja ataupun rakyat kerajaan, tentu dengan harapan akan mudah mendapatkan binatang buruannya. Heeei … alih-alih mendapat binatang buruan tetapi mereka malah masuk perangkap segerombolan suku kanibal yang ternyata menguasai rimba raya itu. Mereka memasang perangkap karena sedang mencari persembahan untuk dewa-dewa mereka. Tentu suku kanibal sangat bersukacita, dewa-dewa mereka tidak akan marah, paling tidak selama 11 malam karena setiap malam akan ada satu punggawa yang jadi persembahan pada upacara tolak bala. Akhirnya satu demi satu para punggawa itu menjadi santapan lezat suku kanibal seusai upacara berlangsung. Malam ke 11 ini giliran raja. Raja sebagaimana para punggawanya setiap saat komat-kamit memohon pertolongan Tuhan supaya terhindar dari kematian yang konyol ini. Sekali lagi raja memohon kepada Tuhan ketika dia sudah dibaringkan di meja persembahan, api unggun menjilat-jillat dan suku kanibal menar-nari mengitarinya diiringi bunyi-bunyian beraura mistis Tiba-tiba terdengar teriakan menggelegar dari kepala suku kanibal,
    ” hentikan semuanyaaa …, lihat persembahan kita kali ini tidak sempurna …, kalian tahu para dewa pasti marah besar menerima persembahan seperti ini, cepat lepaskan dan suruh pergi dia jauh-jauh sekarang jugaaa … sebelum para dewa murka !”

    Baginda raja terus berlari menembus kegelapan hutan sambil terus berucap syukur kepada Tuhan karena kaki kanannya yang tak berjempol itulah maka dia selamat dari bantaian suku kanibal. Kemudian raja teringat kepada orang yang paling berjasa menghilangkan jempolnya adalah maha patih yang kini meringkuk di penjara. Setibanya di istana, raja langsung menuju tempat pengasingan maha patih dan memerintahka para prajurit penjaga untuk segera mengeluarkan sang maha patih tersebut.
    ” masa hukuman hamba masih lama baginda, ada apa gerangan hamba tiba-tiba dibebaskan ?” tanpa menyembunyikan suka cita dan keheranannya maha patih langsung bersimpuh dan memegangi kaki raja. Kemudian raja menceritakan dari A sampai Z-nya apa yang telah dialami 11 hari berpetualang di hutan selatan.
    ” saya juga bersyukur masuk penjara, baginda raja, sebab kalau tidak, saya harus mendampingi baginda ke hutan selatan itu lalu mati karena menjadi persembahan …!”

    Lalu layaknya teletubbies, mereka berpelukan …

    • matahari mulai tenggelam waktunya teletubies
      berpamitan….!!??

      dada tingki wingki dada dipsy dada lala dada poo

      • dada ki Menggung……..

        • thatha ki Gunawan…
          (kog yo masih hapal, tiap hari disetel nang omah yo???

          • kok thatha Non, ga’ sama kayak punya ki Wiek…..hikss,

          • 😳

  7. dha-dha ki Wiek….dha-dha NONa,

    kisah, donggeng sajian ki Wiek betol2 menGELITIK

    • Ntar dipanah jempol kakinya oleh Ki Wieks lho…

  8. Sugeng sonten …….ndangu boten sowan.. MEnyongsong buka

    TUKARAN…………

    Bapak : Bu, umurmu wis arepe seket yo….?
    Ibu : Iyo Pak!, taun ngarep….laopo takok-takok umur barang ????!
    Bapak : Nek wis seket arepe tak ijolno selawean loro.!!!
    Ibu : ????…!!!

    • Tukaran No. 2:

      Bapak lan Ibu lagi padudon rame banget….akhir e bapake ngalah:

      Bapak: Yo wis, Bu… aku ngaku sing salah……….
      Ibu : Ora, iso, pokoke aku sing bener…!!!!!

      Bapak : ..$#@$…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: